Turbo Charger VS SuperCharger

FajarSodik.My.ID- Halo apa kabar teman teman semua semoga kita semua baik baik saja, sehat, dijauhkan dari virus virus berbahya, sukss dan rejekinya melimpah.

Saya kali ini akan membahas turbo charger vs supercharger dari cara kerja sampai kelebihan dan kekurangan nya, mungkin teman teman masih ada yang belum tau atau faham artikel ini semoga dapat membantu.

 

Turbo charger dan SuperCharger memiliki fungsi yang sama yaitu menyutikan udara tambahan pada ruang bakar mesin. seperti kita tau untuk membuat tenaga yang besar di mesin kita butuh udara dan bahan bakar yang lebih besar.

Turbo Charger

Turbo charger sendiri terdiri dari beberapa part pendukung Turbo kit, blow off, intercoller, dan pipa atau selang penyalur ke intake. nah untuk cara kerja nya sendiri turbo charger memiliki dua turbin, exhous mengeluarkan gas buang yang kemudian memutarkan turbin A yang membuat turbin B berputar memaksa udara tambahan masuk ke ruang bakar melalui intercooler. lalu kenapa di turbo charger dibutuhkan intercooler?, dikarenakan udara yang di hasilkan turbo charger bersifat panas karena letak tubokit sendiri berada di exhous, jika di biarkan udara dalam kondisi panas membuat mesin ngelitik/ pembakaran tidak pada waktu yang tepat.

Jadi sifat turbo charger sendiri dikarenakan dia mendapatkan tenaga di exhous mengakibatkan ada nya lag di putaran bawah. perlu rpm tertentu untuk mendapatkan boos maximal. tapi di turbo nodern terdapat turbo VNT, turbo charger ini bisa mamaximalkan boos dari putaran bawah dikarenakan ada sirip tambahan pada sisi turbin exhous yang popisinya di atur secara komputerisasi mengakibatkan putaran turbin turbo dapat di atur sedemikian rupa. yang membut keren nya turbo charger adalah suara blow off nya ciiuusss miiaapaaahh, hehee,

SuperCharger

Sama seperti turbo charger, supercharger juga memiliki prinsip kerja yang sama putaran menghasilkan udara tambahan. yang membedakan adalah sumber tenaganya, jika turbo charger berasal dari turbin yang di putar memalui exhous kalau supercharger dari puli yang di putar oleh putaran crankshaft. jadi supercharger tidak memerlukan intercooler dikarenakan udara yan disuntikkan sudah dingin seperti biasa.

Supercharger tidak memiliki lag di karenakan putaran nya linier mengikuti rpm mesin. Dengan demikian, supercharger begitu bergantung pada putaran mesin. Saat pedal gas diinjak, kamu mendapat dorongan tenaga yang cukup cepat dan tidak terjadi pada pemakaian turbocharger.

Jadi kesimpulanya adalah dua metode charger ini memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing masing, kalau pendapat pribadi saya lebih memilih turbo charger karena dia memanfaatkan gas buang kendaraan untuk menghasilkan tenaga tambahan ke mesin tetapi tenagangya keluar pada putaran atas mengakibatkan timbulnya perasaan menyenngkan saat turbocharger mengeluarkan boos maximalnya. apalagi suara turbo charger sangat khas blow off nya ciuuss miiaapahh, hal yang tidak terdapat di super charger.

Gimana menurut kamu pilih mana?, ok sekian dulu semoga artikel pendek ini bisa jadi informasi yang bermanfaat. saya fajar dan terimakasih.

__Terbit pada
Mei 10, 2020
__Kategori
Artikel, Blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *